Wartamerta: Sosok Pejabat yang Dirindukan itu Kini Telah Berpulang

11/2/2018 5:12:19 PM


Kementerian Keuangan Republik Indonesia merasakan duka yang mendalam. Langgeng Subur, Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, meninggal dunia pada hari Jumat 19 Oktober 2018 sekitar pukul 09.20 WIB di Jakarta.  Salah satu pejabat dalam jajaran eselon dua di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang kerjanya setelah melakukan olahraga pagi dalam rangkaian acara memperingati Hari Oeang Republik Indonesia.

Berdasarkan keterangan stafnya, Kepala PPPK yang menjabat sejak 2010 itu merasa lelah dan ingin beristirahat setelah menyelesaikan dua set pertandingan pingpong. Ia memang dikenal sebagai salah satu pejabat yang aktif dan sempat beberapa kali meraih gelar juara dalam pertandingan pingpong di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pria yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1988 dan kemudian melanjutkan sekolah di University of New Orleans, Louisiana, AS itu dikenal sebagai sosok yang sangat mementingkan pendidikan.  Ia selalu saja mendorong para pegawainya untuk terus bersemangat dalam melanjutkan pendidikan.

Langgeng mengawali karier di Kementerian Keuangan dengan menjadi anggota tim audit Inspektorat Umum di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada tahun 1993.  Ia menghabiskan hampir setengah dari masa pengabdiannya pada Kementerian Keuangan di Inspektorat Jenderal sebelum akhirnya diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Dana Investasi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan pada tahun 2006.

Tak lama menjabat pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan, ia ditunjuk sebagai Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan akhirnya pada tahun 2010 berlabuh di Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai, yang ketika ia pimpin berubah menjadi Pusat Pembinaan Profesi Keuangan.  Jabatan Kepala Pusat diembannya hingga detik terakhir hidupnya.

Delapan tahun sudah Langgeng Subur mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan. Selama menjabat sebagai Kepala Pusat, ia dikenal sebagai pepimpin yang menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam bekerja.  Pengkhianatan atas nilai-nilai itu amat pantang dilakukan sekalipun ada celah yang memungkinkannya bertindak demikian.

Tidak hanya sekali atau dua kali terdengar cerita bagaimana kegigihannya menjunjung tinggi integritas bahkan sampai hal paling kecil semisal datang lebih pagi ke tempat kerja atau lebih awal setiap kali ada janji.

Kementerian Keuangan mengakui sulit mencari sosok penggantinya.

“Akan sulit untuk mencari sosok pemimpin seperti beliau dalam waktu dua, tiga, atau lima tahun ke depan,” tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto yang ikut mengantar kepergian Langgeng Subur hingga pemakamannya.

Di mata pegawainya, ia dikenal sebagai sosok pimpinan yang sangat baik, ramah, dan menjunjung nilai sopan santun dalam bertindak dan bertutur kata. Siapapun yang pernah bertemu dengannya, baik sekadar berpapasan di jalan maupun bertemu dalam suatu acara pasti tidak akan pernah lupa ciri khas senyumannya yang lebar dan hangat.

Langgeng juga merupakan pimpinan yang mampu menjadi teladan bagi pegawainya. Meskipun sudah mendapatkan jabatan yang tinggi, ia enggan untuk dilayani selayaknya pejabat.  Alih-aih, ia lebih memilih mandiri ketika mampu melakukannya sendiri.

“Bapak itu gak pernah nyuruh kalau bisa melakukan sendiri,” tutur pegawai yang sering mendampinginya dalam acara-acara dengan asosiasi profesi keuangan.

Bapak, begitu panggilan akrabnya, seringkali berperan sebagi bapak bagi para pegawai PPPK. Ia tak segan-segan mengingatkan pegawai yang berbuat salah karena tidak ingin mereka melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya. Ia pun kerap memberikan nasihat untuk para pegawainya untuk banyak berbuat kebaikan.

“Selamat jalan Bapak. Kami akan rindu Bapak, nasihat Bapak, dan senyuman Bapak yang tidak mungkin kami lupakan.”

Penulis: Nurul Hidayati | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Rifki O. Mulyawan



Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan