PPL Akuntan Publik: Prinsip Mengenali Pengguna Jasa

5/23/2017 8:52:16 AM

MAKASSAR 19/05/2017 PPPK. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menggelar Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dalam rangka Pembinaan dan Pengawasan Akuntan Publik di Makassar tanggal 19 Mei  2017. PPL tersebut dihadiri 49 peserta dengan menghadirkan narasumber dari PPPK dan IAPI.

Pada sesi pertama, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan PPPK, Arie Wibowo, mengulas prospek perekonomian Indonesia dan profesionalisme akuntan publik. Menurutnya, ekonomi makro Indonesia dan APBN tahun 2017 secara umum menunjukkan kondisi yang baik. Data prospek perekonomian Indonesia dibutuhkan bagi akuntan untuk menilai risiko dari auditee. Di samping itu, pembangunan sektor rill melalui alokasi dana desa maupun dana khusus yang sedang dilaksanakan dengan giat oleh pemerintah memberikan peluang besar bagi profesi Akuntan Publik lokal. Arie juga mendorong industri Profesi Akuntan Publik untuk tidak ketinggalan memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara melalui kepatuhan membayar pajak.

Kemudian, Arie mengenalkan regulasi baru berkaitan dengan salah satu kewajiban Akuntan Publik yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 55/PMK.01/2017 tentang Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Bagi Akuntan dan Akuntan Publik (PMPJ). Secara umum, poin yang harus diperhatikan oleh para Akuntan dan Akuntan Publik adalah bahwa pelaporan PMPJ dilakukan saat Akuntan dan/atau Akuntan Publik memberikan jasa profesional “untuk kepentingan atau untuk dan atas nama” pengguna jasa. Dengan menjalankan PMK PMPJ, profesi akuntansi telah turut andil dalam melakukan pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Indonesia.

Pada sesi kedua, Dewi Hariyani dari Subbidang Pengembangan Profesi Akuntansi, menyampaikan materi  terkait Pengawasan PPPK atas profesi Akuntan Publik. Ia menjelaskan kewenangan PPPK dalam melakukan pengawasan terhadap Akuntan Publik dan hal-hal yang akan menjadi area perhatian dalam pemeriksaan. Dewi menambahkan bahwa tahun 2017 terdapat beberapa inisiatif kegiatan baru pada PPPK yaitu pemeriksaan tematik (thematic inspections), perancangan lab audit, serta kegiatan coaching clinic.

Paparan penutup disampaikan oleh Gideon Adi S., anggota Komite Disiplin dan Investigasi (KDI) IAPI mengenai reviu mutu pada KAP. Gideon menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh IAPI lebih mengedepankan aspek pembinaan. Ia menambahkan bahwa melalui reviu mutu, asosiasi profesi akan senantiasa turut serta berperan dalam meningkatkan kualitas jasa Akuntan Publik.

Penulis/Fotografer: Irvan Pratama Putra | Penyunting: Suryadi

Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan