PPL Penilai Publik di Balikpapan

5/26/2017 2:22:46 PM

BALIKPAPAN 26/05/2017 PPPK. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) pada hari Kamis, 18 Mei 2017 menggelar Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL) dalam rangka Pembinaan dan Pengawasan Penilai Publik di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan PPL yang wajib diikuti para Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Kementerian Keuangan ini diikuti oleh 67 orang Penilai Publik.

Dalam kegiatan PPL ini, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan, Arie Wibowo memaparkan materi terkait prospek perekonomian Indonesia tahun 2017.  Ia menjelaskan bahwa tantangan dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur harus dilakukan dengan cara mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan, menerapkan tata kelola yang baik, meningkatkan produktivitas, meningkatkan daya saing, dan menciptakan institusi yang bersih dan efektif. Industri Penilai Publik yang terus berkembang ini diharapkan mampu membantu negara untuk mewujudkan hal tersebut dengan cara melakukan pekerjaan penilaian secara profesional serta dengan kesadaran membayar pajak.

Dalam bahasan kedua, Arie Wibowo memaparkan materi terkait perkembangan Profesi Penilai di Indonesia secara umum. Saat ini Penilai Publik telah tersebar di seluruh pulau besar Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan telah adanya Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang membuka cabang di Jayapura, Papua. Seiring kebutuhan akan jasa penilaian di daerah ujung timur Indonesia ternyata cukup banyak, ia berharap nantinya akan ada Penilai Publik yang juga membuka kantor di daerah timur lainnya seperti Sorong dan Maluku. Hal ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo yakni membangun negeri dari pinggir.

Dihubungi terpisah setelah sesi presentasi usai, Arie mengingatkan bahwa dalam memilih Penilai Publik yang akan menilai suatu aset, pengguna jasa harus memperhatikan kompetensi dari Penilai Publik. Kompetensi Penilai Publik dapat dilihat dari dua hal, yaitu pengalaman kerja dalam mengerjakan penilaian aset tersebut dan mengikuti PPL yang terkait dengan aset yang akan dinilai.

Penulis dan fotografer: Fredika Wahyu Setyawan | Penyunting: Suryadi

Back to List


Eselon I Kementerian Keuangan